WELCOME TO

Welcome to The CV Kayu Alas Indonesia
We develop this blog to share a lot of information about indonesian wood from indonesian forest.
PLease find nice information , idea and relationship with us!!

Agustus 05, 2010

Kayu Lara

Xanthostemon ( Kayu Lara )

Nama daerah. Kayu Besi Philipina (nama perdagangan). Indonesia : Lara. Papua New Guinea : Kasi Kasi (nama perdagangan).



Asal usul dan daerah penyebaran. Xanthostemon terdiri dari 50 spesies. New Caledonia adalah daerah yang memiliki spesies paling kaya (± 35 spesies). Australia memiliki 8 spesies, dan 11 spesies berada di Malesia ( 4 di Philiphina, 4 di New Guinea, 2 di Sulawesi dan 1 di Maluku).



Kegunaan. Di Philipina kayu Xanthostemon verdugonianus di anggap sebagai kayu mewah. Xanthostemon verdugonianus digunakan secara istimewa karena keawetannya, untuk tiang pancang di air laut, pegangan peralatan, penggiling, katrol, bantalan, bola bowling dan lain sebagainya. Kayu dari spesies lainnya (seperti X. Brassi and X. Verus) juga tergolong sangat awet dan digunakan untuk rumah dan bangunan jembatan, tiang pancang di air laut, penggiling, katrol, slebor/bemper, palu kayu, gala palu, dan untuk kemudi dan jangkar kapal. Kayu ini dapat dijadikan kayu bakar yang sangat baik.

Arang dan serbuk gergaji dapat digunakan sebagai obat-obatan untuk menyembuhkan borok. Kulit kayunya juga dapat digunakan sebagai obat penyembuh diare.



Produksi dan perdagangan internasinal. Bahan baku (kayu bulat) Xanthostemon sangat terbatas, namun dalam pasar lokal permintaannya cukup besar dan ditawarkan dengan harga tinggi (misalnya di Philipina). Tahun 1996 Papua New Guinea mengekspor 455 m3 kayu bulat “kasi-kasi” dengan harga FOB (Free-on-Board) rata-rata US$ 90 / m3, dimana harga ini lebih rendah jika dibandingkan dengan harga kayu dari Philipina.



Ciri-ciri kayu. Kayu Xanthostemon merupakan kayu yang keras dan berat dengan kepadatan (805-) 1015-1410 kg/m3 pada kadar air 15%. Kayu teras berwarna merah-coklat hingga coklat gelap yang semakin lama berubah menjadi coklat sangat gelap., Kayu gubal tidak memiliki batas yang jelas dan berwarna coklat muda atau kuning muda; serat bergelombang, terpilin atau berpadu. Tekstur halus hingga sangat halus dan kadang licin; kayu berkilat. Lingkar tumbuh tidak terlihat jelas; pori-pori/pembuluh sangat kecil hingga cukup kecil, seluruhnya soliter secara eksklusif, penyebarannya agak tidak merata, sering berisi tylosis atau berisi getah berwarna gelap dan deposit berwarna putih kekuningan atau merah muda; parenkim tersebar, paratrakeal vasisentris dan apotrakeal difusse, hampir tidak terlihat pada ruang dengan pencahayaan yang baik, jari-jari sangat halus hanya dapat terlihat menggunakan lup, lebih pucat dibandingkan warna jaringan disekitarnya.

Penyusutan tinggi dan pengeringan harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari cacat melengkung dan memuntir. Kayu bulatnya membutuhkan pemeriksaan akhir yang lebih dari pemeriksaan biasa dan membutuhkan perlindungan. Kayu ini mengandung banyak silika dan sangat keras, sangat kuat dan keteguhan tinggi. Kayu ini sangat sulit dikerjakan, disambung/direkatkan dan digergaji karena kekerasannya, kekasarannya dan seratnya yang berpadu dan spiral; sudut potong yang rendah dapat mempengaruhi hasil akhir. Permukaan yang mengkilap setelah penyerutan adalah keunggulannya. Kayu ini sangat baik untuk pemakaian lama dan tahan terhadap cuaca. Kayu ini sangat awet, bahkan dalam kondisi paling parah, X. Verdugonianus termasuk kayu paling awet di Philipina. Kayu terasnya sangat sulit untuk diberikan perlakuan pengawetan dan kayu gubal termasuk sulit diawetkan. Kayu sangat tahan terhadap serangan rayap dan cacing laut. Kayu gubal tidak rentan terhadap Lyctus.



Botani. Pohon berukuran sedang dan dapat tumbuh dengan tinggi mencapai 30(-40) m; batang umumnya lurus, bebas cabang mingga 12 m, diameter mencapai 50(-150) cm; permukaan kulit batang halus, berwarna keabu-abuan; cabang-cabang terkadang rendah pada batang. Pola daun bergantian atau menyamping, tunggal, menyeluruh, memiliki bekas daun penumpu. Bunga tumbuh pada ketiak daun, Pleiochasium tunggal sampai majemuk atau berkurang hingga sedikit sampai tunggal. Hypanthium (tabung bunga) yang pendek sampai dalam, (3-)4(-5) buah; tidak memiliki mahkota atau kelopak bunga, berbintik-bintik; benang sari banyak, bebas, tidak mengelompok, panjang dan dengan sari bunga dipucuknya; bakal buah (ovary) berukuran besar atau setengah rendah, 3-5 locular dengan banyak sel ovarium, plasenta terpusat dan datar atau terletak miring dalam dasar sudut locule, tipe 1, panjang. Buah bertempurung, memiliki banyak biji pengatup untuk membuka. Biji membentuk cincin atau membusur dalam setiap locule, banyak atau sedikit semi lingkar, dasar datar, sedikit yang fertil.

Pohon secara singkat menggugurkan daun. X. Verus dilaporkan berbunga di Kebun Raya Bogor (Jawa) hampir sepanjang tahun. X. Verdugonianus berbunga di Philipina dari Juli hingga Oktober. Buah matang dalam 2-3 bulan. Pohon dapat berbuah ketika mencapai tinggi 2 m.

Nama Xanthostemon disematkan pada kayu Nani (yang dipublikasikan oleh Adanson tahun 1763). Nani secara formal di perkenalkan sebagai sinonim dari marga besar Metrosideros (yang kadang di pakai sebagai bagian dari marga ini), tapi belakangan ini terbukti identik dengan Xanthostemon.



Ekologi. Xanthostemon tumbuh baik pada hutan hujan dataran rendah, tapi kadang juga dapat tumbuh di hutan savana. X. Verdugonianus tumbuh baik diatas tanah berpasir dan berbatu, kadang pada tebing curam sepanjang pantai, dan biasanya berasosiasi dengan Shorea, Tristania dan spesies Xanthostemon lainnya.



Silvikultur. Xanthostemon dapat diperbanyak dengan benih atau anakan. Jumlah benih dari Sulawesi Selatan diperkirakan sekitar 960.000 benih kering/kg. Daya kecambah X. Verdugonianus adalah 30-50% dalam 7 – 40 hari. Tingkat daya kecambah yang paling tinggi dapat diperoleh pada media humus, tetapi daya kecambah dengan media pasir hanya 13%. Bibit mencapai tinggi rata-rata 7 cm setelah 6 bulan. Anakan X. Verdugonianus diambil pada bulan Oktober – November menunjukkan 5% tingkat kematian setelah 1 minggu dipindahkan dalam kebun bibit. Terjadi pertambahan tinggi meskipun sangat kecil. Percobaan penanaman Xanthostemon sp. di Jawa tidak berhasil dengan baik dibandingkan di Sulawesi Selatan; tingkat kematian bibit tinggi namun 10,5 tahun setelah penanaman tinggi rata-rata tanaman yang bertahan mencapai 6 m dan diameternya 7 cm. Regenerasi jarang bahkan tidak ada di dalam hutan tertutup, tapi dapat berlimpah di lahan terbuka (misalnya di tanah tererosi/longsor atau sepanjang jalur-jalur di hutan). Xanthostemon dapat juga tumbuh dengan baik di lahan terbuka pada tanah yang curam berpasir dan dapat tumbuh alami diatas tanah berbatu. Hal ini membuktikan bahwa Xanthostemon sangat tahan terhadap tanah yang kurang subur.



Sumber Genetik dan Pembiakan/Pemeliharaan. Di Philipina X. Verdugonianus termasuk dalam jenis terancam punah karena X. Verdugonianus telah menjadi objek penebangan yang telah melebihi batas karena harga kayu yang tinggi. Terlebih lagi, dengan rendahnya daya regenerasi dan penyebarannya yang terbatas. Permasalahan yang sama juga terjadi pada jenis lainnya seperti X. brassi dan X. verus. Penanganan perlindungan sangat diperlukan untuk memastikan kelestariannya.

Harapan. Masa depan kayu Xanthostemon tidak dapat dipastikan. Sulitnya untuk perbanyakan dan kelangkaan ketersediaannya menyebabkan beberapa jenis akan punah dalam waktu dekat kecuali adanya penanganan perlindungan yang benar-benar diimplentasikan.



Literature: 39, 231, 300, 304, 348, 405, 427, 436, 536, 632, 786, 861, 934, 1080, 1114, 1228, 1229, 1232, 1257, 1258.









Spesies pilihan.

Xanthostemon bracteatus Merr.

Nama daerah Philipina : mapilig (bikol).

Penyebaran Philipina (Luzon, Samar)



Xanthostemon brassii Merr.

Sinonim Xanthostemonparadoxus auct. Non F.v. Mueller

Nama daerah Papua New Guinea : kasi-kasi (general).

Penyebaran Papua New Guinea.



Xanthostemon philippinensis Merr.

Nama daerah Philipina : bagoadlau (Samar-Leyte Bisaya)

Penyebaran Philipina (Luzon, Samar)



Xanthostemon verdugonianus Naves ex Fernandez-Villar

Nama daerah Philipina kayu besi (En). Philipina : mangkono (Cebu Bisaya, Manobo)

Penyebaran Philipina (Sibuyan, Panay, Leyte, Dinagat, Tinago dan Mindanao)



Xanthostemon verus (Lindl.) Peter G. Wilson

Sinonim Metrosideros vera Lindl.

Nama daerah kayu besi (En). Indonesia : makalimbong (Minahasa, North Sulawesi), nani (Maluku).

Penyebaran Sulawesi dan Maluku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar